
Direktorat Jenderal Imigrasi mencanangkan strategi optimalisasi layanan dan infrastruktur dalam rangka mewujudkan ekosistem digital keimigrasian yang terintegrasi dan berkelanjutan. Strategi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Tinggi Imigrasi Tahun 2026 yang diselenggarakan di Tangerang pada 22 Januari 2026.
Rapat koordinasi ini mengusung tema “Optimalisasi Layanan, Penegakan Hukum, dan Infrastruktur dalam Mewujudkan Ekosistem Digital Keimigrasian” dan dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan serta langkah transformasi digital di bidang keimigrasian.

Dalam kegiatan tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik berbasis teknologi digital. Optimalisasi layanan diarahkan pada percepatan proses keimigrasian, peningkatan kenyamanan pengguna layanan, serta penguatan sistem yang andal dan terintegrasi. Selain itu, modernisasi infrastruktur, khususnya pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), menjadi salah satu fokus utama guna mendukung kelancaran arus lalu lintas orang secara aman dan tertib.

Tidak hanya aspek pelayanan, rapat koordinasi ini juga menekankan penguatan penegakan hukum keimigrasian yang profesional dan berkeadilan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta tata kelola organisasi yang adaptif dan akuntabel.

Melalui pencanangan strategi ini, Direktorat Jenderal Imigrasi berkomitmen untuk terus mendukung prioritas nasional dalam pembangunan birokrasi yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Diharapkan, langkah ini dapat memperkuat peran Imigrasi dalam memberikan pelayanan keimigrasian yang semakin prima serta menjawab tantangan era digital secara berkelanjutan.

