Sidang Penegakan Hukum Keimigrasian WNA Asal Myanmar

07 March 2018 | 15:54:03 WIB | Dibaca: 210 Kali    


Sidang Projusticia WNA Myanmar

Jambi 06-03-2018, sidang lanjutan Kukuh Sihotang alias Thiha Myo Hte Swe dilaksanakan pada hari Rabu. 06-03-2018 di Pengadilan Negeri Jambi. Dalam jadwal sidang yang kedua ini mendengarkan keterangan dari terdakwa atas nama Kukuh Sihotang alias Thiha Myo Hte Swe. Hakim menanyakan Thiha, bagaimana bisa masuk ke Indonesia tanpa Paspor dan mendapatkan dokumen KTP-el, KK, Akte Lahir dan Akte Kawin hingga mempunyai 4 orang anak.

 

WNA asal Myanmar itu mengaku, masuk ke Indonesia tahun 2006 secara ilegal. Ia ditangkap Petugas Imigrasi pada saat mengajukan Permohonan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Jambi. Warga asal Myanmar ini mendaftarkan diri melaui aplikasi Antrian Paspor Online. Pada saat proses foto dan wawancara, petugas menanyakan nama Presiden, Wakil Presiden Republik Indonesia namun hanya mengetahui beberapa Presiden saja. Kemudian petugas mengintrogasi lebih mendalam. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak sesuai, akhirnya dia mengaku warga Myanmar.

 

Kukuh Sihotang alias Thiha Myo Hte Swe melanggar Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 126 huruf c yakni "memberikan data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh Dokumen Perjalanan Republik Indonesia bagi dirinya sendiri atau orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)".