Tidak Bisa Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pemohon Paspor Ini Diamankan Pihak Imigrasi Jambi

18 December 2017 | 16:50:34 WIB | Dibaca: 737 Kali    


press confrence

Kantor Imigrasi Kelas I Jambi amankan satu orang WNA (Warga Negara Asing) asal myanmar, Kamis (14/12/2017). Terungkapnya kasus ini berawal pada Kamis siang, saat Kukuh Sihotang alias Thiha Myo Hte Swe (38) mendatangi kantor Imigrasi Kelas I Jambi untuk mengurus paspor.

 

Warga asal Myanmar ini mendaftarkan diri melaui aplikasi Antrian Paspor Online. Dokumen Kukuh Sihotang sudah lengkap, karena sudah memiliki KTP-el, KK, Akte Lahir dan Akte Kawin. Namun saat dilakukan tes wawancara Thiha terlihat mencurigakan. Petugas foto dan wawancara imigrasi menginterogasi Theha, Waktu ditanya nama Presiden dan Wakil Presiden, dia hanya mengetahui beberapa nama Presiden Indonesia saja yang tahu, kemudian petugas wawancara meminta Kukuh Sihotang alias Thiha Myo Hte Swe menyanyikan lagu Indonesia Raya ternyata tidak bisa. Lama, baru jawab. Banyaklah ditanya, akhirnya dicurigai, diinterogasi, ternyata dia mengaku warga Myanmar. Kebohongan warga negara Myanmar yang mencoba mengelabui petugas untuk membuat paspor itu terbongkar. Akhirnya, dia diamankan Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Jambi untuk diminta keterangan lebih lanjut.

 

Saat ini berkas pemeriksaan sedang dipersiapkan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan, Kukuh Sihotang alias Thiha Myo Hte Swe melanggar Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 126 huruf c yakni "memberikan data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh Dokumen Perjalanan Republik Indonesia bagi dirinya sendiri atau orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)".